Masyarakat
Definisi Masyarakat
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat.
Masyarakat merupakan sekumpulan orang dengan membentuk sistem yang bersifat semi tertutup atau sebaliknya. Kebanyakan interaksi adalah hubungan antara individu yang saling melekat dalam suatu kelompok tersebut. Kata dari Pengertian Masyarakat sendiri asal muasalnya dari bahasa Arab, yaitu musyarakah. Dengan bermakna yang lebih luas yaitu untuk sebuah masyarakat yang merupakan jaringan hubungan antar pelakunya.
Masyarakat pun berarti suatu komunitas yang dimana individu-individu saling bergantung dan berhubungan antar sesama. Pada umumnya kata masyarakat ini digunakan untuk dapat mengacu pada sekelompok individu dan hidup secara bersama dalam satu komunitas yang penuh keteraturan.
Dalam ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
Syarat-syarat Terbentuknya Masyarakat
- Sekumpulan orang hidup bersama dalam kurun waktu yang relatif lama.
- Masyarakat ini merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan,
Masyarakat adalah sistem hidup secara bersama, di mana maksud dari hidup bersama ini bahwa dapat menimbulkan kebudayaan sehingga setiap anggota masyarakatnya pun merasa dirinya masing-masing bisa melekat dan terikat pada kelompoknya tersebut.
Pada Pengertian Masyarakat dikatakan bahwa sejumlah manusia ini merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan dengan tetap dan memiliki dasar kepentingan yang sama. Misalkan saja yaitu pada sekolah, keluarga, perkumpulan atau komunitas, serta negara di mana semuanya adalah masyarakat. Pada ilmu sosiologi dapat kita mengetaui bahwa ada dua macam masyarakat, yaitu pertama masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan. Maksud keduanya adalah masyarakat paguyuban ini terdapat sebuah hubungan secara pribadi antara anggota- anggotanya sehingga menimbulkan ikatan batin antar pelaku-pelakunya. Dan sedangkan pada masyarakat petambayan tersebut adalah masyarakat yang memiliki hubungan pamrih dan murni dari para pelakunya serta ada saling keterkaitan antara pelakunya.
Unsur-unsur Pada Pengertian Masyarakat
- Harus terdapat perkumpulan manusia,
- Telah bertempat tinggal dalam kurun waktu yang lama untuk suatu daerah tertentu.
- Adanya aturan dengan mengatur masyarakat dalam mencapai pada kepentingan dan tujuan secara bersama.
- Populasi dengan berbagai aspek yang bersifat genetik dan demografik.
- Kebudayaan yang berperan sebagai produk dari aktivitas cipta rasa, karya dan karsa manusia.
Adaptasi genetik
Adaptasi ini bermakna bahwa setiap lingkungan hidup biasanya dapat merangsang para pelaku untuk dapat membentuk struktur tubuhnya secara spesifik, bersifat turun temurun dan juga permanen atau tetap.
Adaptasi somatis
Adaptasi ini merupakan penyesuaian secara fungsional dan bersifat sementara atau tidak secara turun temurun. Bila dapat dibandingkan dengan makhluk lainnya bahwa manusia memiliki daya adaptasi yang cukup lebih luas cakupannya.
Dalam Pengertian Masyarakat pun berperan sebagai organisasi manusia yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya dan terdapat pula unsur-unsur pokok yaitu sebagai berikut :
- Orang-orang dalam jumlah relatif besar akan saling berinteraksi baik secara individu dengan kelompok maupun antar kelompok.
- Adanya kerja sama secara otomatis yang terjadi dalam setiap masyarakat, baik mengarah pada skala kecil atau antar individu maupun skala luas atau antar kelompok. Kerja sama ini dapat berupa dari berbagai aspek kehidupan misalnya seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta keamanan dan ketertiban.
- Berada dalam suatu wilayah dengan memiliki batas-batas tertentu yang merupakan wadah sebagai tempat berlangsungnya tata kehidupan yang bersama
- Berlangsung dalam waktu yang relatif lama dan memiliki norma sosial tertentu yang menjadi acuan pada sistem tata kelakuan serta hubungan warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Dalam konsep Pengertian Masyarakat bahwa masyarakat tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi memiliki hubungan yang erat pada lingkungannya. Hal tersebut mengartikan bahwa ketika seseorang saling berinteraksi dengan sesamanya, maka lingkungan akan menjadi faktor yang begitu mempengaruhi pada sikap, perasaan, perlakuan maupun kebiasaan-kebiasaan yang terdapat di lingkungannya. Contohnya saja yaitu lingkungan keluarga, para remaja yang berusia sebaya, lingkungan kerja serta lingkungan kampus. Untuk masing-masing lingkungan itulah yang akan termasuk sebagai anggota kelompoknya. Oleh karena itulah, hal tersebut dapat menyertakan dan memainkan sifat serta kehendak anggota kelompoknya bahkan terkadang dapat juga menciptakan, meniru dan memperkenalkan tentang perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat.
Keadaan Masyarakat Indonesia
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau di mana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena:
1. Letak geografis indonesia
2. Perkawinan campur
3. Iklim



0 komentar:
Posting Komentar